cursor

Jumat, 12 November 2010

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM DUNIA PERBANKAN

Konon system on line yang kini menjadi “factor unggulan” sedang memasuki generasi ketiga. Sekalipun demikian, belum semua bank-bank nasional telah mengemukakan system on line sebagai instrument operasionalnya. Dalam era globalisasi yang tengarai oleh liberalisasi ekonomi dan beberapa kesepakatan internasional (GATT/GATS dalam kerang WTO, APEC, AFTA) telah mengubah orientasi bank dari dari inward looking menjadi forward looking guna menengahkan persaingan.
Dengan demikian terdapat koinsidensi di mana berbagai derelugasi di sector keuangan telah memperluas pasar, sedangkan teknologi pada saat bersamaan memberikan dukungan terhadap usaha pemasarannya. Kemajuan akses dan pengelolaan data dan menggunakan nicroprocessore sejak decade 1970-an dan jasa telekomunikasi yang relative murah juga telah mendorong perubahan-perubahan dalam penawaran produk jasa keuangan berikut struktur harga, khususnya diindustri sekuritas. Hal ini logis, mengingat industri-industri keuangan sedang dijangkiti fenomena sekuritas.
Keterpaduan dan keseimbangan kelima elemen tersebut akan menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi bank. Idialitasnya, aplikasi TI akan investasi TI yang efektif akan meningkatkan keunggulan daya saing dalam jangka panjang. Disamping itu, ada beberapa tahap yang harus dipersiapkan secara matang pengolahan bank-bank mengembangkan TI-nya.
Pertama, menentukan visi/arah yang jelas, dalam arti apakah bank benar-benar akan mengembangkan TI secara intensif (intensifikasi teknologi) tentunya membutuhkan komitmen dan konsistensi yang tinggi dari jajaran manajemen bank.
Kedua, menggunakan persepsi dilingkungan internal bahwa penggunaan TI bukan sekadar merupakan supporter saja, tetapi sudah menjadi enabler. Saat ini sedang popular penggunaan TI sebagai enabler rekayasa ulang proses bisnis. Banyak yang tidak menyadari bahwa rekayasa ulang proses bisnis. Banyak yang tidak menyadari bahwa rekayasa ulang proses bisnis merupakan dampak perkembangan TI. Perubahan peran TI sebagai alat efisiensi menjadi enabler bagi perusahaan untuk meningkatkan keunggulan kompetitifnya telah munculkan istilah baru Strategi Information System (SIM) atau bukan information as competitive weapons.
Ketiga, merencanakan implementasi TI yang tepat guna, Bank-bank harus memiliki system TI yang akan diaplikasikan, apakah dengan teknologi system online ke network hingga keluar batas-batas wilayah internal suatu organisasi bisnis.
Keempat, implementasi perangkat TI di mana memelihara piranti lunak (software) dan pirantai keras (hardware) yang sesuai dengan visinya.Pada tahun ini dibuat secara rinci agar bank, memiliki standart yang jelas ketika harus memodifikasi software yang dibelinya.
Kelima, tahap uji coba perangkat teknologi untuk menyelaraskan antara software dengan hardwarenya. Teahap ini merupakan tahap transisi yang paling krusial bagi bank, sebab SDM dihadapkan kepada system berteknologi baru. Untuk mengantisipasi masalah ini, bank bekerjasama dengan penjual teknologinya harus mengadakan pendidikan dan pelatihan bagi SDM-nya agar mereka turn in, dengan system dan teknologinya. Tahap ini harus diakui oleh bank dalam pengembangan TI-nya, walaupun dimungkinkan langkah imporvisasi dalam pelaksanaannya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger